Saung Jurasep III Buka Cabang Baru Kenalkan Menu Baru Ayam Bara Gentong

mediabogor.com, Bogor – Setelah sukses membuka dua saung di dua tempat, kini Saung Juragan Asep atau yang lebih dikenal dengan nama Saung Jurasep hadir di Jalan Perintis Kemerdekaan atau di tikungan Pusat Grosir Bogor (PGB), Kota Bogor. Ini adalah Saung Jurasep III yang dibuka Asep Saepudin atau yang dikenal Asep Serdadu, setelah sebelumnya membuka Saung Jurasep I dan II di daerah Ciomas.

Asep Serdadu menuturkan, Jurasep I berada di Jalan Garuda Raya pas bundaran perumahan Vila Ciomas Indah. Jurasep II di Jalan Selahuni 1, Ciomas. Dan ketiga, di Jalan Perintis Kemerdekaan No 24 atau di samping PGB. Saung Jurasep III agak beda dengan Jurasep I dan II. Selain tempatnya yang luas dan tematik, di sini juga ada restonya. Bahkan, di sini bakal digelar banyak event yang menggandeng banyak komunitas, seniman, dan budayawan.

“Jadi, ini bukan tempat nongkrong bagi pemilik nama Asep di Bogor Raya saja tapi juga untuk seluruh komunitas. Kami ingin ini menjadi tempat bertemunya para seniman, budayawan, aktifis. Jadi, saat mereka ingin ngopi, ngobrol, berdiskusi, ada tujuan. Ini tempat yang saya tawarkan sebagai tempat berkumpul sambil menikmati sajian di Saung Jurasep,” bebernya, Minggu (8/9/19).

Dikatakannya, ada beberapa menu yang signature di Saung Jurasep III seperti STML (susu, telor, madu, lemon), Kopi Jahe Matsiato, Es Kopi Susu Kita, Bandrek Susu, dan yang paling unik adalah Ayam Bara Gentong. Di mana ayam ini dimasak dan di gantung di dalam gentong. Metode ini, sepertinya yang pertama di Indonesia dan baru ada di Saung Jurasep III.

“Saung ini buka dari jam 05.00 pagi sampai 23.00 WIB. Soal harga cukup terjangkau. Untuk makanan mulai dari harga Rp2 ribu sampai Rp 38 ribu. Sedangkan minuman rata-rata Rp 15 ribuan. Di sini saya membuat konsep vintage yang mana dari mulai makanan hingga minuman 80 persennya adalah tradisional. Begitu pun dengan interiornya,” kata Asep.

Asep menjelaskan, mulanya Saung Jurasep dipilih sebagai tempat berkumpulnya orang-orang yang bernama Asep yang tergabung dalam Paguyuban Asep Dunia. Namun, Paguyuban Asep Dunia tidak hanya mengandalkan nama serta keunikannya saja, tapi lebih berfokus pada kegiatan sosial. Karena itu, paguyuban ini tidak hanya tersebar di pulau Jawa, tetapi juga telah merambah ke beberapa daerah di Sumatera, Bali, Maluku, bahkan di luar negeri, seperti di Brunei, Mesir, dan Arab Saudi.

“Selain fokus pada kegiatan sosial, di sini juga ada namanya Jurasep Institut. Yang dimaknakan sebagai wadah berkumpul dan tempat sharing tentang keilmuan tertentu sehingga hasilnya nanti dapat menjadi jurnal rujukan di tingkat nasional maupun internasional ke depannya.

Ia berharap, hadirnya Saung Jurasep ini, menjadi pilihan tempat ngopi, bersantai, dan berkuliner yang nyaman serta sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen.

“Semoga Jurasep bisa menambah lagi cabang di tempat lain, yang dampaknya bisa mengajak teman-teman yang belum bekerja jadi punya pekerjaan. Saya ingin memberikan sesuatu yang berguna lagi bermanfaat, baik itu untuk Asep yang lain maupun untuk Indonesia itu sendiri. Ti Asep, Ku Asep, Keur Indonesia,” ungkapnya. (*/d)