Seperti Ini Gunung Berapi di World Lain

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebagai planet yang aktif, Bumi diwarnai oleh aktivitas geologis, salah satunya pergerakan magma yang menyebabkan aktivitas vulkanis di beberapa wilayah. Bagaimana dengan earth lain selain Bumi?

Peneliti dari Arizona Condition University dalam laman resminya mengungkapkan bahwa world, dan juga bulan, dapat memiliki gunung berapi yang sangat berbeda dari yang ada di Bumi.

Bulan Jupiter Io memiliki aktivitas vulkanik lebih banyak daripada objek lain di tata surya kita. ‘Air mancur’ laharnya bisa mencapai beberapa mil tingginya. Bahkan, planet kerdil Ceres memiliki gunung es, atau kriovolkano yang meletuskan air, bukan magma, yang membeku di permukaannya.

“Komposisi planet berbeda, jadi jenis magma yang mereka miliki berbeda, yang kemudian memberi mereka perilaku letusan yang unik,” kata Christy Until, volcanologist dari College of Earth and Area Exploration, Arizona Condition College, seperti dikutip dari laman Arizona Condition University, Senin (10/8/2020).

Laboratoriumnya bekerja untuk memahami magma benda langit lainnya dengan membuatnya dalam perangkat khusus yang disebut silinder piston, yang mensimulasikan kondisi interior sebuah planet.

“Dengan cara yang sama seperti Anda mencampur tepung dan gula dan telur untuk membuat kue, kami mencampurkan silika dan magnesium dan besi dan elemen lain dalam proporsi yang ingin kami pelajari. Lalu kami menaruhnya di oven yang setara untuk membuat magma pada tekanan dan suhu tinggi. Saat kami melakukan ini, kami dapat menemukan bagaimana magma di world lain berbeda,” ujarnya.

Timnya telah mulai mengerjakan proyek baru yang akan mempelajari jenis magma yang mungkin ada di planet di luar tata surya kita, yang dikenal sebagai exoplanet. Mengetahui lebih banyak tentang magma akan memberi para peneliti gambaran sekilas tentang perilaku vulkanik world-earth itu.

READ  Perhimpunan dokter paru: Tetap gunakan masker saat di rumah

“Lebih dari 4.000 exoplanet telah dikonfirmasi dalam lima tahun terakhir ini, dan kami baru mulai menyelidikinya. Ini saat yang menyenangkan,” ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

More from Shakeel Mohiuddin

Equinox akan merayakan fenomena langit pada bulan September

Suara.com – Institut Penerbangan dan Antariksa Nasional (Delapan) mencatat sejumlah fenomena antariksa...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *