Setelah melepas saham Plaza Indonesia, inilah rekam jejak mertua Syahrini

Jakarta, CNBC Indonesia – Nama pengusaha nasional, Rosano Barrack, kembali hadir setelah ia menjual saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) yang dimilikinya baik secara langsung maupun tidak langsung di perusahaan pengelola pusat perbelanjaan bergengsi di Ibu Kota Jakarta tersebut.

Sebelumnya, nama pengusaha yang dekat dengan taipan Hary Tanoesoedibjo juga ramai dibicarakan saat putranya, Reino Barack, menikah dengan artis kondang Indonesia, Syahrini, pada 27 Februari 2019.

Reino dikenal sebagai sosok kunci lahirnya serial superhero pertama Indonesia, Bima Satria Garuda, dan saat ini menjabat sebagai pejabat senior di PT Global Mediacom Tbk (BMTR), sedangkan Syahrini dikenal sebagai penyanyi terkenal dengan julukan Putri Syahrini.


Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rosano yang juga Direktur Utama Plaza Indonesia Realty menjual seluruh sahamnya baik langsung maupun tidak langsung di PLIN.

Penjualan ini merupakan pengalihan ke PT Plaza Indonesia Investama yang merupakan perusahaan tujuan khusus dari Dana Investasi Real Estat (REIT) yang dikeluarkan oleh perusahaan. DIRE adalah Dana Investasi Real Estat (DIRE) berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Simas Plaza Indonesia.

Transfer ini langsung dan tidak langsung. Sedangkan untuk pengalihan langsung, 43.081.600 saham atau 1,21% dari seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh di PLIN.

Sedangkan secara tidak langsung melalui PT Rizki Bukit Abadi sebanyak 1.135.000 lembar saham atau 0,03% dari seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh di perseroan. Saya sampaikan terima kasih atas perhatiannya, kata Rosano dalam suratnya kepada BEI, dikutip Minggu (6/9/2020).

Dengan demikian, porsi saham Rosano menjadi 0% dari sebelum pengalihan yang mencapai 44.216.600 saham atau 1,24% dari total saham yang ditempatkan dan disetor perseroan.

READ  Di Luar Harapan, Bitcoin dan Emas Merosot Setelah Pidato Ketua Fed - Blockchain Media Indonesia

Pelepasan saham tersebut dilakukan dengan harga Rp 3.740 / saham sehingga total nilai yang diperoleh ayah Rosano Barack dari transaksi ini mencapai Rp. 165,37 miliar.

Sedangkan untuk Plaza Indonesia Investama, dengan pengalihan 44.216.600 saham, maka porsi saham di PLIN menjadi 3.429.674.130 atau 96,61% dari sebelumnya 3.385.457.530 atau 95,37% saham PLIN.

Catatan situs resmi PLIN, Rosano lahir di Jakarta, dan mulai menjabat sebagai Direktur PLIN sejak 1983 dan menjabat sebagai Direktur Utama PLIN sejak 30 April 1998.

Rosano lulus dari Universitas Waseda, Jepang pada tahun 1979 dan merupakan salah satu pendiri PT Bimantara Citra Tbk yang didirikan pada tahun 1981 (sekarang dikenal sebagai PT Global Mediacom Tbk / BMTR).

Saat ini menjabat sebagai Presiden Komisaris Global Mediacom atau BMTR (dan juga pemegang saham gabungan Hary Tanoe). Di Global Mediacom, laporan keuangan BMTR per Juni 2020 mencatat Rosano memiliki 0,20% saham atau sebanyak 31.038.000 saham perusahaan media holding MNC Group itu.

Menjabat juga sebagai Direktur Utama PT Nusadua Graha International sejak 1998, Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia sejak 2004, Komisaris PT Plaza Indonesia Jababeka sejak 2017, Direktur Utama Plaza Indonesia Investama (pengendali PLIN), dan Komisaris Utama PT Plaza Indonesia Mandiri.

Rosano juga pernah menjabat sebagai Direktur di Bimantara Citra (1982-1997), Deputy President Director di Bimantara Citra (1997-1998), Komisaris Bursa Efek Jakarta (1996-2001), Presiden Komisaris PT Panasonic Manufacturing Indonesia (2001-2017) , Komisaris Utama PT Media Nusantara Citra Tbk (2004-2016), dan Direktur Utama Plaza Indonesia Jababeka (2016-2017).

Di bidang profesional dan organisasi Rosano juga pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Tercatat Indonesia / AEI (1996-2002), dan anggota Dewan Pertimbangan AEI (2002-2005). Saat ini, ia masih dipercaya untuk menjabat sebagai Anggota Dewan Kehormatan AEI.

READ  PSBB Anies 'Picu' Pasar, 10 Saham Ini Mengamuk!

Plaza Indonesia Realty didirikan pada tanggal 5 November 1983 dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Maret 1990. Perusahaan adalah pemilik dari Grand Hyatt Jakarta (Hotel), Pusat Perbelanjaan Plaza Indonesia dan The Plaza (gedung perkantoran).

[Gambas:Video CNBC]

(tas tas)


Written By
More from Masud Madani

Bos Lion Air Khawatir PSBB Jakarta Berdampak Total di Halaman Industri Penerbangan semuanya

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Utama Lion Air Group Edward Sirait mengaku khawatir...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *