Toyota masih percaya diri dengan penjualan sedan di Amerika Serikat

Jakarta (ANTARA) – Meski tren kendaraan jenis sedan sudah kurang diminati oleh warga Amerika Serikat (AS), perusahaan yang berbasis di Jepang, Toyota masih yakin bahwa sedan masih memiliki tempat bagi penggemarnya meski digerus oleh kendaraan Truck dan juga SUV.

Saat ini, merek terkuat di AS, yakni Ford dan Buick tidak akan lagi memiliki sedan dalam jajaran mereka setelah berakhirnya produksi Fusion dan Regal. Pada akhir tahun, Lincoln juga akan bergabung dengan mereka karena Continental juga akan dihentikan, menyusul penghentian MKZ baru-baru ini.

Baca juga: Ford setop produksi sedan mewah Lincoln Continental

Berbeda dengan yang lainnya, Toyota justru masih percaya diri dengan kendaraan jenis sedan dengan memperluas penawarannya untuk konsumen mereka di AS.

Dikutip dari CarsCoops, Selasa, produsen mobil Jepang baru-baru ini mengumumkan Nightshade Version untuk 2021 Camry SE dan 2021 Avalon XSE, Corolla Apex Version, Corolla Hybrid, serta versi AWD dari Prius, Avalon dan Camry.

Selain itu, Toyota juga masih menghadirkan kendaraan lain yang akan datang, seperti sedan sel bahan bakar hidrogen Mirai generasi kedua yang akan diluncurkan akhir tahun ini.

Internet marketing Vice President Toyota United states of america, Cynthia Tenhouse mengatakan bahwa kami melihat masa depan yang cerah untuk jajaran mobil penumpang jenis sedan tersebut dengan focus on hingga 4 juta pada 2020.

“Sungguh menakjubkan, betapa masih banyak permintaan untuk sedan. Kami mengharapkan pasar 4 juta device untuk sedan pada tahun 2020,” kata dia.

“Kami dengan senang hati mengambil sebanyak mungkin pasar itu. Bagi kami, ini mewakili sekitar 750.000 di AS. Itu lebih dari yang dijual oleh beberapa OEM lainnya,” tambah dia

READ  Penelitian fosil cangkang foram terkait dengan iklim lautan bumi purba

Seperti diketahui, dari 2,1 juta kendaraan yang dijual oleh Toyota pada tahun 2019 di Amerika Serikat, hampir 770.000 adalah sedan. Tentunya ini tidak terlihat seperti segmen pasar yang sekarat, setidaknya tidak untuk Toyota.

Lebih lanjut, Tenhouse menyatakan bahwa pada 2019, sebanyak 31 persen pelanggan sedan Toyota kembali untuk membeli yang lain. Intinya, Toyota terus membuat sedan karena konsumennya menginginkannya.

“Itu adalah peluang bagus bagi kami. Ini jelas merupakan segmen yang kami inginkan,” tambah dia

Toyota menghadirkan mobil sedan itu karena jelas memang mereka menghadirkan kendaraan yang memang ingin mereka kendarai, seperti Camry punya 17 pilihan berbeda, mulai dari V6, 4 silinder, hybrid, all wheel generate, TRD, XLE, XSE, dan lainnya. “Kami memberi orang lebih banyak pilihan dalam setiap seri,” komentar Tenhouse.

Elektrifikasi memainkan peran besar dalam hal itu, Toyota berjanji bahwa setiap model dalam jajarannya akan memiliki versi listrik pada tahun 2025. Jajaran sedan hampir selesai, dengan Prius, Camry, Avalon dan Corolla menawarkan varian listrik.

Baca juga: Sedan “hybrid” pertama Maserati Ghibli hadir tahun ini

Baca juga: Skoda hadirkan sedan Octavia berbahan bakar gas

Baca juga: Audi hentikan penjualan product sedan A6 terbaru di Korea Selatan

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020

More from Shakeel Mohiuddin

Redmi 9C Rilis di Indonesia 9 September, Harga Rp1 Juta?

Jakarta: Beberapa hari lalu akun Facebook Xiaomi Indonesia sudah merilis poster pengumuman...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *