Trend Bisnis Usaha Kopi, Dari Budaya ke Gaya Hidup

mediabogor.com, Bogor – Geliat industri kopi tanah air terus berkembang di Indonesia. Hal tersebut nampak dari menjamurnya kedai kopi yang digabungkan dengan konsep cafe maupun kedai kopi drive thru atau yang popular dengan istilah Coffee to Go. Bagaimana para pengusaha kopi menilai trend ini dan strategi mengikuti perkembangannya?

Menurut salah satu pengusaha kedai kopi Muhammad Realdy Adipura, konsep kedai kopi tidak hanya diburu para pecinta minuman olahan kopi tapi juga jadi incaran para pengusaha karena modalnya yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan cafe. Sekarang ini, trendnya konsep jualan kopi dengan kedai sederhana. Bahkan, yang lagi hits juga sekarang ini, pembeli yang membeli kopi untuk dibawa pulang (take away).

“Sekarang menu kopi kekinian yang sedang ngehits adalah es kopi susu. Potensi bisnis es kopi susu membuat banyak orang tertarik untuk berinvestasi atau berencana berjualan. Namun, masih bingung harus memulainya seperti apa,” kata pemilik Sepertiga Coffee and Chill kepada media, Jumat (14/6/19).

Aldy panggilan akrabnya menilai, bisnis jualan kopi memang menjanjikan dan memiliki potensi. Ia mengaku memulai usaha jualan kopi tahun 2014. Setelah itu, sempat beralih usaha yang lain. Dan sekarang kembali lagi ke usaha kopi. Banyaknya usaha sejenis baginya bukanlah sebuah persaingan. Melainkan lebih ke persahabatan yang bisa saling menghidupi. Apalagi profesi barista sekarang ini banyak diminati dan dicari.

“Disini saya merekrut junior barista. Karena mendengar kata barista sendiri kayaknya wah banget dan mereka antusias. Tidak memandang nilai salary yang penting bisa menguasai skillnya. Jadi, Tidak hanya dari produk tapi dari profesi barista nya sendiri banyak diminati. Peluang itulah yang menghidupkan bisnis kopi dan menjadi trend sekarang ini,” terangnya.

Banyaknya kedai kopi, sambung Aldy, juga menjadi wadah untuk sharing ilmu terutama tentang dunia perkopian dan trendnya. Karena trend kopi pasti akan selalu berubah dan itu harus diikuti perkembangannya.

Untuk bisa mengikuti persaingan, masih kata Aldy, ia harus berkreasi dan melakukan terobosan. Salah satunya menciptakan es kopi susu yang ditambah bumbu dapur. Selain itu, ia juga coba melakukan terobosan dengan membuka kedai kopi ekspress yang tujuannya mengenalkan produk dan brand yang ia miliki.

“Dalam waktu dekat ini, satu atau dua bulan kedepan saya juga akan membuka kedai ekspress di dua lokasi yakni di IPB D3 Cilibende dan Gg Selot. Produknya hanya es kopi susu. Segmentasi pasarnya usia 15-25 tahun,” bebernya.

Ia menambahkan, kopi adalah bagian dari budaya Indonesia. Bahkan kopi sudah menjadi minuman kebutuhan sehari hari selain air putih. “Kopi adalah kuliner segala jaman. Dan dihadapan kopi kita semua sama,” pungkasnya. (*/d)