Usai Halal Bihalal, Wali Kota Bogor Sidak PKL di Pasar Anyar

mediabogor.com, Bogor – Hari pertama kerja setelah libur Idul Fitri 1440 Hijriah, Wali Kota Bogor, Bima Arya, maupun Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip, tidak melakukan sidak pegawai ASN yang tidak masuk kerja di hari pertama.

Bima mengatakan, tidak akan sidak. Karena semua sudah tahu kewajiban dan tugasnya masing-masing sesuai aturan yang berlaku.

“Yang penting ingat pada tugas dan kewajiban kita semua untuk memberi pelayanan kepada masyarakat. Spiritnya harus sama seperti Ramadan yakni disiplin waktu. Karena kerja juga adalah ibadahnya kita,” kata Bima saat acara Halal Bihalal yang dilangsungkan di plaza Balaikota Bogor, Senin (10/6/19) pagi.

Usai Halal Bihalal, Bima didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Sekretaris Daerah, Camat Bogor Tengah, kepala dinas UMKM, Kasatpol PP, Kadishub, dan PD Pasar Pakuan melakukan pemantauan PKL di kawasan Pasar Anyar, Dewi Sartika.

Bima mengatakan, bulan Desember di akhir tahun ini, Pasar Anyar akan jauh lebih tertib. Penataannya akan bertahap. Ada beberapa langkah untuk relokasi PKL. “Jadi tidak ada yang digusur. Yang ada digeser,” ujarnya.

Relokasi ini, lanjut Bima, akan bekerjasama dengan CSR. Termasuk penataan jalur lalu lintas untuk kendaraan roda empat dan roda dua akan di normalkan kembali dari Jalan Sawojajar hingga Jalan MA Salmun.

“Targetnya di sini lalu lintas lancar. Itu pertama. Jangan sampai ada keluhan macet. Kedua, belanja nyaman. Jadi, Desember gak ada lagi pedagang yang meluber sampai ke jalan,” ucapnya.

PKL masuk kemana? sambung Bima, nanti akan diatur skenarionya. Ada beberapa yang bergeser. Yang pasti gak ada lagi yang jualan memakai badan jalan.

Masih kata Bima, Pol PP akan dievaluasi kemudian nanti akan dibentuk unit khusus patroli yang tugasnya berkeliling memantau PKL di waktu pagi dan siang. Malamnya khusus Pol PP dan Dishub yang berkeliling pasar dan taman untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Skenarionya itu.

“Sekarang ini, langkah yang dilakukan adalah sosialisasi ke pedagang sambil di data. Kita komunikasikan rencana ini, yang anggarannya bisa dengan CSR bisa juga pakai APBD di anggaran perubahan,” jelasnya. (*/d)