Usung Genre Rock Alternatif, MaUng Band Suguhkan Nuansa Adat, Budaya, dan Nasionalisme

mediabogor.com, Bogor – Blantika musik Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya pendatang baru dari jajaran seniman muda yang menamakan diri MaUng Band. Dibentuk di Sumedang pada 20 Maret 2016, grup band ini, beranggotan tujuh orang personil yakni yakni Nurmansyah, Yuslim Suryo N, dan Irfan Anshori pada vokal, Ade Susanto dan Gilang Galah pada gitar, Saefulloh N pada bass, dan Satrio Dewo Nugroho pada drum.

Berdiri secara independent, band yang mengusung genre rock alternatif ini, telah meluncurkan lima buah lagu yang semuanya mengangkat tentang adat, budaya, nasionalisme dan patriotisme ke-Indonesiaan. Lima lagu tersebut yakni A3 (Asih, Asuh, Asah), Indonesia Jaya, Syukur, MaUng, dan Indonesia Raja Dunia.

MaUng Band mengawali performancenya melalui parade-parade dan festival. Penampilan personilnya yang selalu mengenakan pakaian khas daerah Sunda serta lirik-lirik lagunya yang berisikan pesan moral tentang pentingnya mempertahankan dan menghargai sejarah bangsa Indonesia, menjadi ciri serta karakter dari MaUng Band.

MaUng Band yang merupakan kepanjangan dari Manusia Unggul Bangsa dan Anak Negeri yang cinta Damai ini, adalah band indie yang mengedepankan semangat nasionalisme yang dituangkan dalam musik dan lagu. Mengusung motto “Dengan Mengubah Diri Sendiri Maka Lingkungan Dan Dunia Akan Berubah”, MaUng Band hadir bukan hanya untuk meramaikan belantika musik Indonesia tapi ingin turut serta mengajak, menyadarkan, dan meneguhkan kembali jiwa nasionalisme masyarakat melalui lagu dan musik.

Disampaikan S.Negoro selaku pembina MaUng Band, bahwa band ini, baru berjalan dua tahun. Dibentuknya MaUng Band dilatarbelakangi karena bangsa Indonesia saat ini, seperti kehilangan ingatan akan sejarah bangsanya sendiri. Menurutnya, lupa ingatan sejarah ini, bukanlah hal yang dianggap enteng. Sebab, sebagaimana ghalibnya orang yang lupa ingatan, maka perilakunya menjadi tak terkendali, hilang kesadaran dan menjadi ngawur dalam melangkah dan menapaki proses kehidupan kekiniannya dan masa depannya.

“Ini juga bisa menyebabkan penyakit mental kronis dari sebagian besar anak bangsa kita. Penyakit mental ini berlanjut kepada rusaknya karakter kebangsaannya, dan tak mampu memelihara national character building-nya. Maka dari itu, MaUng Band dibentuk guna mengajak, menyadarkan, dan meneguhkan kembali jiwa nasionalisme masyarakat Indonesia melalui karya lagu yang sudah diciptakan MaUng Band,” terangnya saat ditemui di Teras Makati, Ciapus, Tamansari, Kabupaten Bogor, Rabu (16/01/2019).

Ia menerangkan, MaUng Band tidak hanya terfokus pada hiburan pertunjukan musik ketika ada di atas panggung saja. Tapi MaUng Band memberikan suatu atmosfir yang berbeda lewat lagu-lagunya. Sehingga penonton ataupun pendengarnya mendapat kenangan dan suguhan yang berbeda di setiap acara.

“Saya berharap kehadiran MaUng Band dapat turut serta mempertahankan identitas bangsa yang kini kian luntur dengan gencarnya industri musik dari mancanegara,” harapnya.

Kepada media, S. Negoro menuturkan juga telah membuat karya buku yang berjudul “Catatan-Catatan Kecil Si Miskin” yang berisi tentang kehidupan manusia yang harus bersikap santun satu sama lain dan ramah pada lingkungan dengan mensyukuri nikmat yang diberikan oleh sang pencipta.

“Sebanyak 7000 buku dicetak dan sudah tersebar luas di seluruh Indonesia dan di bagikan secara gratis. Bentuk semangat nasionalisme itu, kami tuangkan dalam lagu dan buku. Ini untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menghormati dan menghargai sejarah bangsa,” pungkasnya. (Nick)