Viral, Status Lurah Babakan Sindir Pendukung Capres

mediabogor.com, Bogor – Sempat tersandung dugaan kasus pada Pilkada lalu, Lurah Babakan, Heri Eriyadi kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, Heri membuat status di laman facebooknya yang bernada sindiran terhadap pendukung salah satu capres. Tulisan statusnya tersebut berbunyi “Jaman Now kalau Ga Dukung Paslon No 2 di sebut Kafir Kaya Yang Bener Aja Loe,” tulis Heri, Selasa (4/12/18). Namun, 30 menit kemudian status tersebut dihapusnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Baswalu) Kota Bogor, Yustinus Eliyas mengatakan, akan menyelidiki tulisan lurah Babakan di akun Facebooknya yang berbau sindiran serta pendukung salah satu pasangan capres.

“Untuk lurah Babakan yang sudah pernah ditindak Bawaslu waktu jaman Pilkada lalu, akan ditelusuri lagi untuk diminta klarifikasi terkait statusnya itu,” katanya.

Yus berjanji akan bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku agar Aparatur Sipil Negera (ASN) dan para pejabat ASN bersikap netral.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Heri mengaku apa yang dilakukannya hanya emosi sesaat karena dirinya disebut kafir.

“Mohon maaf kalau komentar saya menyingung perasaan orang lain, komentarnnya pun sudah saya hapus 30 menit setelah saya posting. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau ada yang tersinggung, saya tidak mempunyai maksud apa-apa,” ujarnya kepada awak media saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (5/12/18).

Untuk diketahui, Lurah Babakan, Heri Eriyadi pernah melakukan hal yang sama pada saat Pilkada Wali Kota-Wakil Wali Kota Bogor 2018. Saat itu, Heri menuliskan dukungan terhadap pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor di media sosial Instagram. Dalam status foto tersebut terlihat “Ingat Coblos nomor 3”.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 4 ayat 15 huruf d menyebutkan setiap PNS dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat. (Nick)