Wakil Sekretaris Peringatkan Pemimpin Daerah Terhadap Korupsi

Wakil Sekretaris Peringatkan Pemimpin Daerah Terhadap Korupsi

Jakarta (Antara) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta para kepala daerah menjalankan tugasnya dengan bijak dan menahan diri dari korupsi pasca penangkapan Walikota Bekasi Rahmat Effendi baru-baru ini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Usai memimpin rapat di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah di Palu, dia mengatakan, “Pemerintah pusat telah menginstruksikan para kepala daerah untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka tidak boleh melakukan tindak pidana korupsi dan tidak ditangkap oleh KPK.” Kamis.

Wapres menambahkan, KPK dalam menjalankan tugasnya mengikuti aturan yang berlaku, sehingga para kepala daerah harus patuh pada hukum dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

“KPK telah menjalankan tugasnya sesuai dengan undang-undang, maka dari itu kami meminta para kepala daerah juga untuk mematuhi hukum yang berlaku dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya,” kata Amin.

Berita Terkait: KPK memeriksa tiga anggota parlemen sebagai saksi dalam kasus korupsi

Sebelumnya, Ketua KPK Ferli Bahuri membenarkan pihaknya telah menangkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan 11 orang lainnya di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (5 Januari 2022) terkait kasus korupsi.

“Saat ini Wali Kota Bekasi dan beberapa orang lain yang terlibat sedang diperiksa penyidik,” kata Bahuri.

Sementara itu, Pj Juru Bicara KPK Ali Fikri menginformasikan bahwa sejumlah pejabat publik dan swasta selain walikota juga telah ditangkap.

“KPK telah menangkap 12 orang dalam operasi tersebut. Di antara mereka yang ditangkap adalah Wali Kota Bekasi, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan perorangan,” kata Fikri dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan di Jakarta, Kamis.

Dia membenarkan bahwa Effendi dan orang lain yang ditangkap dalam operasi tersebut saat ini ditahan di markas KPK di Jakarta Selatan untuk dimintai keterangan.

READ  Lawan Chelsea di semifinal Piala FA mengonfirmasi bahwa jalan menuju kejayaan Wembley telah ditentukan

Fikri mengatakan, walikota ditangkap atas tuduhan suap pengadaan barang dan jasa serta proses tender jabatan publik untuk pemerintah kota.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, telah dilakukan penangkapan sehubungan dengan dugaan korupsi menerima janji atau keuntungan untuk membeli barang dan jasa dan dalam tender jabatan publik di lingkungan pemerintah kota Bekasi,” kata juru bicara juru bicara.

Berita Terkait: Lembaga antikorupsi akan menanyai anggota parlemen dalam kasus korupsi

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor